Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts

Friday, 29 November 2013

Searching for Bobby Fischer

Setelah hampir 3 hari saya menonton ulang serial film prison break season 1 - 4 akhirnya saya hari mulai nonton film lagi. Tapi bukan serial movie yang saya tonton melainkan film dengan durasi 2 jam seperti film pada umumnya. Dalam 3 hari saya berfikir, film apa yang saya harus saya tonton sedangkan film2 di Hardisk sudah saya tonton semua. Sebenarnya kalau ingin mudah, saya hanya perlu ke persewaan vcd lalu tinggal pilih film apa yang sekiranya bagus, tapi karena saya sudah punya janji tidak akan nonton film dengan text bahasa indonesia setelah saya wisuda karena sekalian belajar bahasa inggris tentunya. :D 

Sampai di kostan, saya iseng ketik key word "film tentang orang jenius" munculah beberapa blog atau artikel yang memuat film orang2 jenius. Setelah saya amati satu persatu ada artikel yang menjelaskan bahwa ada 10 film yang berkaitan dengan orang2 jenius. Saya tak perlu sebutkan film apa saja itu karena kalian sangat mudah mencarinya di google. Tapi saya tertarik dengan 1 film yakni "Searching for Bobby Fischer". 

"Searching for Bobby Fischer"  karya Steen Zailian ini menceritakan seorang naka bernama Joshua (josh) Waitzskin yang mempunyai bakat bermain catur sejak umur 6 tahun. Bermula dari halaman parkir dekat rumahnya yang sering dibuat main catur oleh banyak orang dewasa inilah Josh tau bahwa dia sangat lihat dalam memainkan bidak catur. Mengamati permainan orang2 dewasa dalam bermain catur membuat Josh tertarik untuk sekali mencoba dengan pria dewasa disana ditemani ibunya. Setekah kedua orang tuanya tau bahwa Josh mempunyai bakat dalam bermain catur akhirnya Josh mengikuti turnamen catur dan selalu keluar sebagai juara. Tentu tidak cukup hanya dengan bakat seseorang mampu mencapai puncak prestasinya jika tidak dibimbing oleh orang yang benar dan mau bekerja keras. 

Orang tua Josh lalu mencari serang Grand Master catur untuk membimbing Josh agar menjadi anak yang paling pandai dalam bermain catur ditingkat umurnya. Sampai datanglah seorang anak umur 6 tahun lainya yang memiliki bakat bermain catur serupa dengan apa yang dimiliki Josh, hal ini ternyata membuat Josh merasa takut dan ingin berhenti bermain catur, tapi dengan dukungan dari ayah dan gurunya akhirnya Josh kembali mau untuk belajar mendalam ilmu caturnya.

Menariknya film ini ada di akhir cerita ketika Josh masuk babak final sebuah kejuaran catur melawan anak yang sempat membuat dirinya takut akan kalah. Bagaimana ceritanya? saya tidak akan ceritakan karena lebih baik anda menontonnya sendiri. hehe

Film Searching for Bobby Fischer ini dibuat untuk peringati kembalinya pecatur dunia asal Amerika bernama Bobby Fischer. Sempat "menghilang" beberapa tahun, bobby Fischer akhirnya kembali dalam pertandingan dunia catur melawan musuh beratnya Borris Spasky yang saat itu dilangsungkan di Yugoslavia. Disaat yang bersamaan Amerika Serikat negara asal Bobby fischer sedang melakukan Embargo PBB terhadap Yugoslavia. Bobby Fischer akhirnya meninggal dunia pada tanggal 18 Januar 2008 di umurnya yang ke 64 tahun. Umur yang sama dengan banyaknya jumlah sebuah papan catur.



Thursday, 24 October 2013

The Mentalist (Serial Movie)




Kalau dengar kata Mentalist, saya ingatnya pasti pertunjukan sulap Dedy Cobuzier. Well The Mentalist yang satu ini adalah judul film seri yang sudah 9 season diputar di CBS, tapi saya baru sampai season 5 (hehe). Cerita pada film seri ini diawali dengan kisah tragis Patrick Jane (Simon Baker) yang istri & anaknya meninggal dibunuh oleh Red John. Red John sendiri adalah seorang serial killer yang merasa terhina ketika Patrick mengejek Red John di sebuah acara televisi nasional. Setelah kehilangan keluarganya, Patrick berhenti dari pekerjaan dia sebagai cenayang palsu & mendedikasikan hidupnya untuk membalas dendam kepada Red John. Patrick bergabung dengan CBI (California Bureau of Investigation) sebagai seorang konsultan. Kemampuannya mendeteksi kebohongan dan analisanya yang tajam berhasil memecahkan berbagai kasus berat. Di CBI, Patrick bekerja sama dengan sebuah tim yang dipimpin oleh Teresa Lisbon (Robin Tunney). Tim ini memiliki 3 orang anggota lain yaitu Grace Van Pelt (Amanda Righetti), Kimball Cho (Tim Kang) & Wayne Rigsby (Owain Yeman). Dengan bergabung dengan CBI, Patrick dapat ikut mengendus gerak gerik dari Red John dan para pengikutnya.



Teresa Lisbon

Kantor CBI

Crime Scene

Crime Scene Lagi

Kim & Lisbon
Saya sendiri merasa terhibur dengan cara Patrick melakukan investigasi, taktik yang dilakukannya cukup cerdas dan tidak terduga. Film seri ini lebih menekankan pada permainan pikiran dan teka-teki, bukan pada adegan action-nya jadi jangan harap akan banyak adegan pukul-pukulan atau tembak-tembakan pada The Mentalist. Kalau sudah sampai di episode dimana ada Red John, sudah bisa ditebak bahwa pasti Patrick gagal menangkap Red John. Banyak ilmu yang bisa di dapat dari film ini, salah satunya belajar mengetahui karakter seseorang dan kita harus teliti dalam setiap waktu.



Person Of Interest Season 1

Person of Interest adalah serial yang pada Januari lalu memenangkan People Coice Awards 2012 untuk kategori Drama TV Baru. Serial ini bercerita mengenai kerjasama seorang jutawan eksentrik, Harold Finch (Michael Emerson) dengan seorang mantan agen rahasia yang sekarang menjadi buronan, John Reese (Jim Caviezel) dalam menghadapi berbagai kejahatan yang sudah mereka ketahui akan terjadi sebelum kejahatan tersebut benar-benar terjadi.

Cerita berawal ketika Finch menciptakan sebuah mesin yang mampu menganalisa aksi terorisme yang mungkin terjadi melalui semua data-data yang dimiliki oleh pemerintah. Tidak seperti di Indonesia, Amerika lebih modern dan terkomputerisasi. Database di sana lengkap sekali, mulai dari catatan gigi sampai KTP-nya ada semua. Kalau di Indonesia, eKTP saja entah kapan selesainya, gak jelas x_x. Selain data berupa catatan, di Amerika juga terdapat kamera-kamera jalanan baik yang berfungsi sebagai keamanan maupun sebagai pendeteksi pelanggaran lalu lintas. Tidak hanya sampai di sana, mesin buatan Finch ini juga menganalisa melalui rekaman telefon, internet, SMS sampai voice mail, pokoknya semua sumber daya yang dimiliki pemerintah. Hasil dari analisa mesin tersebut terbagi 2, yaitu yang relevan dan yang tidak relevan. Hasil yang termasuk kategori relevan akan langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah karena dianggap sebagai ancaman terorisme yang serius, sementara itu hasil yang termasuk kategori tidak relevan akan dihapus oleh mesin karena dianggap bukan termasuk kegiatan terorisme. Belakangan Finch menemukan kenyataan bahwa hasil-hasil tidak relevan yang ditemukan oleh mesin-mesin ciptaannya ternyata merupakan prediksi akan kejahatan yang mungkin akan terjadi. kejahatan ini memang tidak termasuk ke dalam kategori terorisme, namun Finch merasa memilki tangung jawab untuk menolong orang-orang yang terprediksi akan mengalami “masalah” oleh mesin ciptaan Finch tersebut.

Untuk menolong orang-orang tersebut, Finch membutuhkan seorang rekan yang handal di lapangan karena walau secara intelektual dan finansial Finch cukup kuat, dia memiliki kelemahan dalam hal fisik. Untuk itulah dia mengajak Reese bergabung sebagai rekannya. Reese adalah seorang mantan agen rahasia yang dikecewakan oleh pemerintah, dia menjadi desertir dan buron namun berkat keahliannya tidak ada agen pemerintah manapun yang mampu menangkapnya.
 
Dalam melaksanakan operasinya, Finch & Reese mendapat pertolongan dari 2 detektif di kepolisian yaitu Joss Carter (Taraji P. Henson) dan Lionel Fusco (Kevin Chapman). Carter adalah orang tua tunggal yang pada awalnya menentang aksi Reese & Finch, dia berusaha menangkap kedua orang tersebut namun pada akhirnya Carter justu menjadi kaki tangan Reese & Finch. Sementara itu Lionel adalah polisi korup yang berusaha kembali ke jalan yang lurus, pada awalnya dia menolong hanya karena diancam oleh Reese, namun lama kelamaan dia menjadi kaki tangan & mata-mata Finch & Reese juga.
Saya sendiri sudah menonton season 2 sambil jalan season 3 (hehehe) . Menarik juga melihat cara-cara yang dilakukan tokoh utama di serial ini dalam menggapai tujuannya. Mulai dari penyamaran, pemerasan, penyadapan sampai tindakan-tindakan ilegal yang tidak mungkin dilakukan oleh polisi. Alur ceritanya kadang diselingi oleh flashback cerita masa lalu Finch atau Reese, cerita asal muasal kenapa mereka sekarang melakukan apa yang mereka lakukan. Alur ceritanya sendiri tidak terlalu mudah ditebak karena terkadang orang yang berusaha mereka tolong ternyata adalah penjahatnya atau penjahat yang menjadi korban atau memang korban atau … banyak kemungkinan yang terjadi di serial ini. Sayangnya ada beberapa episode yang ending-nya tidak tuntas & cenderung menggantung, ada beberapa pelaku kejahatan yang gagal ditangkap atau bahkan berhasil mengelabui Finch & Reese.
Person of Interest memang adalah sebuah fantasi, namun mungkin saja dilakukan apalagi setelah peristiwa 9/11 di New York, pemerintah Amerika Serikat agak parno dengan aksi-aksi terorisme. Menurut saya, serial ini layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.